Ada keunikan tersendiri dari beberapa perusahaan/badan usaha yang memesan dan membuat sistem informasi dan akuntansi di Sketsa. Salah satu yang pernah ditemui adalah ketika sebuah badan usaha baru saja melakukan pergantian manajemen, dimana pihak manajemen menginginkan agar Program Sistem Informasi dan Akuntasi dirombak hampir 70% dari sistem yang sudah dipakai bertahun-tahun. Beberapa database memang masih akan dipakai tetapi akan ada banyak database baru yang merupakan pengembangan yang kelihatannya terlalu meluas, seolah-olah ingin merengkuh segala informasi tentang suatu produk hingga ke akar-akarnya atau sedetail-detailnya. Banyak dampak negatif yang dijelaskan oleh programmer sketsa terhadap program baru yang diinginkan oleh perusahaan tersebut, hal ini dijelaskan agar kelak tidak ada keterkejutan dari para pemakai program itu, sehingga menimbulkan masalah baik bagi perusahaan tersebut maupun bagi programmer sketsa. Bahkan seorang analis akhirnya turut berembuk tentang dampak positif dan dampak negatif terhadap perubahan program tersebut. Pihak manajemen kelihatannya hanya perduli pada menu-menu dan konten yang ingin ditambahkannya, dalam hal ini software programming yang dipakai untuk membuat program tidaklah dipermasalahkan oleh perusahaan tersebut. Bahkan pihak manajemen tidak terlalu perduli apakah program tersebut dibuat menggunakan FoxPro, Visual Basic, Delphy atau bahkan pakai program Pascal tahun 90-an sekalipun, yang penting berbasis Windows XP. Meskipun oleh programmer dan analis dijelaskan akibat negatif bahwa perubahan yang diminta akan berakibat bahwa para administrator atau komponen manajemen terpaksa harus belajar total atau bahkan mungkin harus ada sedikit training, namun niat pihak manajemen kelihatannya sudah final.
Setelah ada kesepakatan harga dll, pembuatan program dengan platform XP pun digarap. Berkali-kali presentasi yang dilakukan oleh pihak Sketsa mengalami stagnan karena harus selalu ada perubahan tiba-tiba, dimana kadang-kadang ide pihak manajemen yang terlalu kreatif timbul tanpa terduga dan ingin langsung dituangkan, hal ini menyebabkan analis memutar otak mencari listing program yang paling pas dan membawa pulang kembali programannya. Ide pihak manajemen memang positif, tetapi menyebabkan langkah pengerjaan menjadi mundur dan mengakibatkan penambahan antrian pengerjaan program. Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaanpun akhirnya membengkak di luar perkiraan, tawar-menawar menjadi alot, namun karena kelihatannya pihak manajemen sudah yakin akan langkah yang ditempuhnya, maka perjalanan panjang pembuatan program tetap di lakukan.
Kepala Semakin Botak tetapi Program Semakin Yahut.
Setelah berulang kali mengadakan perubahan dan penambahan di sana-sini, beberapa kepalapun semakin botak, dan kerut di dahi semakin berlapis, pada akhinya ditengah keletihan tenaga dan pikiran ke dua pihak, disetujuilah program sistem informasi dan akuntansi tersebut. Sebetulnya masih ada permintaan penambahan menu, tetapi karena tidak terlalu banyak berpengaruh pada jalannya sistem di perusahaan maupun pada program sistem informasi dan akuntansinya, dan agar tidak saling merugikan, pihak perusahaan mengijinkan programmer mengerjakan proyek lainnya dulu agar tidak mengganggu teori antrian. Hanya perusahan wanti-wanti antrian berikutnya adalah tetap dia, jika yang lain sudah selesai.
Beberapa pegawai yang ditraining mengeluh dan merasa kesal mempelajari seabrek menu-menu, terutama dalam pengisian beberapa database baru yang tentu saja dengan ratusan item yang pengisiannya dimulai dari baru pula. Banyak waktu lembur yang harus dipakai para pegawai. Bahkan pihak manajemenpun kelihatan letih mempelajari program yang diinginkannya. Itu baru sebatas pemakai maka tak usahlah dibahas gimana bentuk dahinya programer Sketsa, yang selalu saja masih tersenyum itu.
Selang beberapa waktu, ketika programmer mampir karena telah siap dengan menu tambahan dan ada sedikit perubahan teks pada hasil print, kelihatan para pegawai yang dulu selalu mengeluh, terlihat santai dan ramah-ramah, begitu pula sang manajer, rileks dan ngajak cerita dulu. Bagaimana tidak, data apapun yang ingin mereka proses (sub-sub kontraktor, perubahan harga, korting, total biaya, piutang, daftar klien, laba, keuntungan seminggu, sebulan, sehari, alamat, telpon, grafik, dsb) bisa gampang dilakukan dan langsung melakukan update/perubahan pada puluhan konten lain yang saling berhubungan dan saling melengkapi sistem informasi, begitu juga tentang data, data apapun yang diinginkan, tinggal beberapa kali klik langsung tampil atau terprint.
Setelah ada kesepakatan harga dll, pembuatan program dengan platform XP pun digarap. Berkali-kali presentasi yang dilakukan oleh pihak Sketsa mengalami stagnan karena harus selalu ada perubahan tiba-tiba, dimana kadang-kadang ide pihak manajemen yang terlalu kreatif timbul tanpa terduga dan ingin langsung dituangkan, hal ini menyebabkan analis memutar otak mencari listing program yang paling pas dan membawa pulang kembali programannya. Ide pihak manajemen memang positif, tetapi menyebabkan langkah pengerjaan menjadi mundur dan mengakibatkan penambahan antrian pengerjaan program. Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaanpun akhirnya membengkak di luar perkiraan, tawar-menawar menjadi alot, namun karena kelihatannya pihak manajemen sudah yakin akan langkah yang ditempuhnya, maka perjalanan panjang pembuatan program tetap di lakukan.
Kepala Semakin Botak tetapi Program Semakin Yahut.
Setelah berulang kali mengadakan perubahan dan penambahan di sana-sini, beberapa kepalapun semakin botak, dan kerut di dahi semakin berlapis, pada akhinya ditengah keletihan tenaga dan pikiran ke dua pihak, disetujuilah program sistem informasi dan akuntansi tersebut. Sebetulnya masih ada permintaan penambahan menu, tetapi karena tidak terlalu banyak berpengaruh pada jalannya sistem di perusahaan maupun pada program sistem informasi dan akuntansinya, dan agar tidak saling merugikan, pihak perusahaan mengijinkan programmer mengerjakan proyek lainnya dulu agar tidak mengganggu teori antrian. Hanya perusahan wanti-wanti antrian berikutnya adalah tetap dia, jika yang lain sudah selesai.
Beberapa pegawai yang ditraining mengeluh dan merasa kesal mempelajari seabrek menu-menu, terutama dalam pengisian beberapa database baru yang tentu saja dengan ratusan item yang pengisiannya dimulai dari baru pula. Banyak waktu lembur yang harus dipakai para pegawai. Bahkan pihak manajemenpun kelihatan letih mempelajari program yang diinginkannya. Itu baru sebatas pemakai maka tak usahlah dibahas gimana bentuk dahinya programer Sketsa, yang selalu saja masih tersenyum itu.
Selang beberapa waktu, ketika programmer mampir karena telah siap dengan menu tambahan dan ada sedikit perubahan teks pada hasil print, kelihatan para pegawai yang dulu selalu mengeluh, terlihat santai dan ramah-ramah, begitu pula sang manajer, rileks dan ngajak cerita dulu. Bagaimana tidak, data apapun yang ingin mereka proses (sub-sub kontraktor, perubahan harga, korting, total biaya, piutang, daftar klien, laba, keuntungan seminggu, sebulan, sehari, alamat, telpon, grafik, dsb) bisa gampang dilakukan dan langsung melakukan update/perubahan pada puluhan konten lain yang saling berhubungan dan saling melengkapi sistem informasi, begitu juga tentang data, data apapun yang diinginkan, tinggal beberapa kali klik langsung tampil atau terprint.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar